Puan Sebut Akan Ada Empat Kementerian yang Berubah di Kabinet Baru Jokowi

Ketua DPR baru periode 2019-2024 menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 nomenklatur kementerian yang bakal berubah di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo pada periode keduanya ini. 

Ada Empat Kementerian yang Berubah 

Adanya empat kementerian yang berubah di periode kedua kepempiminan Jokowi ini disampaikan oleh Puan Maharani setelah pimpinan-pimpinan DPR bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (21/10) kemarin. 

Misalnya saja, Puan menyebutkan bahwa Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) nantinya bakal berganti nama menjadi Kemendikbuddikti (Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi). “Contohnya misalnya Kemendikbud itu Dikti-nya itu akan bersama dengan Dikti,” ungkap Puan di Kompleks MPR/DPR, Jakarta. 

Yang kedua, Puan juga menyatakan nanti Jokowi bakal membentuk Badan Riset dan Teknologi juga. Pada mulanya, Riset dan Teknologi dijadikan satu dalam Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementistekdikti) pada periode pertama Joko Widodo. 

Dan yang ketiga, Puan menjelaskan bahwa nantinya Kementerian Koordinator Bidang Maritim bakal berubah jadi Kemenko Maritim dan Investasi. Dan yang terakhir, ada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang bakal dilebur dengan Kementerian Pariwisata. Sehingga namanya akan menjadi Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. “Yang satunya itu Bekraf itu akan bergabung dengan (Kementerian) Pariwisata,” ungkap Puan lagi. 

Tidak cuma itu, Mantan Menko Pendayagunaan Manusia dan Kebudayaan tersebut memastikan bahwa tak akan ada perubahan nomenklatur besar-besaran pada masa jabatan kedua Jokowi ini. Menurutnya, berdasarkan apa yang disampaikan oleh Jokowi, tidak akan kementerian yang dibubarkan. 

Puan juga berharap nantinya DPR dapat segera bekerja sama dengan menteri-menteri yang bakal menjabat di kementerian atau lembaga secepatnya. “Jadi harapannya adalah kerja sama antara DPR dan juga pemerintah itu setelah nantinya diumumkan dan juga dilantik menteri-menteri dapat langsung bekerja sama,” imbuh Puan lagi. 

Hal yang sedikit berbeda namun disampaikan Mantan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabali. Menurutnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga bakal berganti jadi badan khusus yang bakal menangani olahraga. Sedangkan Badan Ekonomi Kreatif bakal jadi kementerian dengan nama Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif. “Semacam Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif, itu lah perubahan dari Badan Ekonomi Kreatif,” ungkap Ngabalin. 

Misteri Bakal Calon Menteri yang Sempat Mampir di Istana Kemarin

Presiden RI Joko Widodo menunaikan janjinya sehari setelah dilantik akan memperkenalkan calon-calon menteri pengisi kabinet yang bakal membantunya di periode 2019-2021. walaupun belum memperkenalkan ke publik langsung, ada beberapa tokoh yang datang ke Isana Kepresidenan kemarin, Senin (21/10) mengonfirmasi mereka diminta oleh Presiden Jokowi membantu dalam kabinet. 

Sejak pagi kemarin, sejumlah sosok telah ramai lalu lalang di Kompleks Istana Presiden. Kebanyakan dari mereka mengenakan baju putih ala Jokowi dan menteri di kabinet sebelumnya. 

Diantaranya ada Mahfud MD yang merupakan orang pertama yang hadir di kompleks Istana pada pukul 09.30 WIB. Ia datang mengenakan kemeja putih dan keluar dengan statement bahwa dirinya diminta menjadi salah satu menteri. “Saya tadi dipanggil Pak Presiden, intinya saya diminta mengisi posisi menteri. Kalau tidak berubah, akan dilantik Rabu, pagi sudah dilantik,” katanya. 

Sosok lainnya yang datang adalah Nadiem Makarim, Erick Thohir, dan juga Wishnutama serta Airlangga Hartato. Ada juga Tito Karnavian, Pratikno, Fadjroel Rachma, Nico Hardjanto, dan bahkan Prabowo Subianto. 

Tokoh-Tokoh yang Datang ke Istana Hari Ini

Misteri siapa-siapa saja yang akan mengisi posisi menteri di kabinet kerja Jokowi masih disimpan rapat-rapat. Hari ini terlihat sudah ada 3 sosok penting yang datang ke istana.

Sri Mulyani Orang Pertama yang Datang ke Istana 

Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mendatangi Istana Negara, Jakarta, hari Selasa (22/10). ia datang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam panjang. Sri merupaakan orang pertama yang datang ke Istana Negara pagi hari ini. Ia nampak melambaikan tangan pada awak media. Ia tak bicara sepatah kata pun dan terus saja berjalan. 

Sri Mulyani menyusul tokoh-tokoh lainnya yang sudah datang ke Istana Negara kemarin, misalnya saja Mahfud MD, Wishnutama, Erick Thohir, Airlangga Hartato, Nadiem Makarim, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Edhy Prabowo dan bahkan Prabowo Subianto. 

Syahrul Yasin Merapat Setelah Sri Mulyani 

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo, adalah orang kedua setelah Sri Mulyani yang datang menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini, Selasa (22/10). presiden Jokowi pasalnya menggelar hari kedua pemanggilan sejumlah calon menteri di kabinet barunya tahun 2019-2024. 

Dilansir dari CNN Indonesia, Syahrul Yasin Limpo juga ikut mengenakan kemeja putih seperti yang lainnya, calon menteri yang mendatangi Jokowi. “Dihubungi tadai malam, jam 10, untuk hadir bertemu dengan Bapak Presiden,” ungkap mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu. 

Syahrul Yasin jadi nama kedua di hari kedua yang datang ke Istana Negara menemui Presiden Joko Widodo setelah Sri Mulyani yang irit kata-kata. Senyum memang merekah di wajahnya dan ia juga melambaikan tangan pada media. Namun tak sepatah kata pun ia ucapkan dari bibirnya. 

Presiden Jokowi menuaikan janjinya satu hari setelah dilantik akan memperkenalkan calon-calon menteri pengisi kabinet yang bakal membantunya di periode 2019-20234. belakangan pihak Istana Negara menyatakan bawah tidak semua yang datang ke Presiden Jokowi adalah mereka yang diundang. Misalnya saja Tetty yang diberitakan hanya sebatas usualan Partai Golkar untuk jadi menteri di periode kedua Jokowi ini. 

“Tadi ada Bu Tetty, usulan dari Partai Golka, di dalam tad beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu dengan Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan istana lewat samping. Jadi tak sampai bertemu dengan Presiden,” ungkap Deputi Bidang Protokol Pers dan Media, Bey Machmudin, dilansir dari CNN Indonesia, hari Senin (21/10). 

Agus Gumiwang, Orang Ketiga 

Setelah Sri Mulyani dan Syahrul Yasin, ada Agus Gumiwang, politikus Golkar yang datang ke istana. Pria yang juga mantan Menteri Sosial ini memenuhi panggilan presiden Jokowi dengan mengenakan kemeja putih juga. “Saya dipanggil tadi malam, jam 22.30 WIB” kata Agus Gumiwang hari ini Selasa (22/10) di Istana Negara. Agus tidak mau banyak bicara dulu soal dirinya yang dipanggil oleh Jokowi ke istana karena ia mengaku belum tahu. 

“Enggak tahu, saya belum tahu dipanggil untuk apa,” imbuhnya. 

Siti Nurbaya, Mantan Menteri KLHK Juga Tiba di Istana

Terakhir ada Siti Nurbaya dari Nasdem yang juga merupakan mantan Menteri KLHK (Kehutanan dan Lingkungan Hidup) yang datang ke istana setelah Syahrul Yasin Limpo. Ia datang mengenakan kemeja putih juga celana hitam panjang. Namun sayangnya ia datang tanpa mau berbicara sepatah kata pun pada awak media yang menunggu. 

Polisi Ungkap Eggi Sudjana Kenal Tersangka Kasus Bom Ketapel

Polisi yang menangani kasus bom ketapel mengungkapkan bahwa tokoh PA (Persaudaraan Alumni) 212, Eggi Sudjana mengenal salah satu tersangka perencanaan peledakan bom ketapel, SH. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa bom ketapel tersebut berencana diledakkan saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden hari Minggu (20/10) kemarin. 

Eggi Sudjana Kenal SH, Tersangka Bom Ketapel

SH adalah salah satu tersangka yang mana tergabung dalam grup WhatsApp yang berinisial F yang isinya percakapan tentang informasi bohong atau hoax yang telah diamankan oleh polisi. “Ya, SH dan Eggi saling kenal,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto ketika dimintai konfirmasi, Selasa (22/10).

Suyudi juga mengatakan bahwa hubungan keduanya yang saling kenal ini kemudian membuat Eggi dimasukkan ke dalam grup WhatsApp itu. Dari hasil pengakuan yang didapatkan dari Eggi, ia hanya dimasukkan saja dalam grup itu. “Keterangan yang bersangkutan (Eggi) dimasukkan dalam grup,” kata Suyudi.

Kasus ini lantas langsung membuat polisi menangkap Eggi lagi setelah sebelumnya penahanan Eggi sudah ditangguhkan. Polisi pun menyita sebuah ponsel ketika menggeledah rumah politikus PAN itu.

Sementara itu, Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya menuturkan bahwa Eggi dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangannya terkait dengan keanggotaannya di dalam grup WhatsApp berinisial F. “Ada enam saksi yang diperiksa. Termasuk Pak Eggi Sudjana,” ungkapnya.

Menurutnya, Eggi pasalnya pernah diajak untuk ikut serta dalam perencanaan bom ketapel itu. Tapi Eggi disebut tidak memberikan respons atas ajakan itu. “Beliau ditawari dalam japri-nya. Dikatakan bahwa mau buat bom nitrogen mau nyumbang tidak, tapi beliau tidak respons, makanya yang kita ajak ke PMJ untuk dimintai keterangan,” katanya lagi. 

Polisi saat ini telah memulangkan Eggi setelah dirinya diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya Polda Metro Jaya menangkap 6 tersangka kasus perencanaan peledakan bom ketapel saat dilangsungkannya Pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Enam tersangka yang berinisial SH, FAB, HRS, R, PSM dan RH itu merencanakan pelemparan bom tersebut ke Gedung DPR yang jadi lokasi pelantikan. 

Keenam tersangka itu tergabung dalam sebuah grup WhatsApp yang berinisial F yang mana dibuat oleh tersangka SH. Ada 123 anggota dalam grup tersebut. 

Grup WhatsApp Bom Ketapel Berisi Hoax

Grup WhatsApp F yang beranggotakan 6 tersangka bom ketapel ini berisikan percakapan soal informasi bohong atau hoax. Agro Yuwono juga mengatakan bahwa tujuan penyebaran hoaks tersebut unyuk meyakinkan anggota-anggotanya untuk membuat rencana penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden. 

“Di dalam WhatsApp grup ada beberapa (anggota) yang mempengaruhi suatu kegiatan yang belum diyakini kebenarannya. Anggota grup di-brainwash bahwa komunisme sedang berkembang di Indonesia,” ungkap Agro kemarin, Senin (21/10). 

Informasi soal komunisme itu menurut Agro, mulai dari polisi China, TKA (Tenaga Kerja Asing) China, sampai dengan anggapan bahwa orang China itu mulai mengusai pemerintahan Indonesia. “Tersangka FAB bergabung dalam grup kemudian meyakini bahwa komunis makin berkembang.” 

Agro melanjutkan bahwa doktrin tersebut diterima dan diyakini oleh semua anggota grup WA itu. Para tersangka juga mengaku bahwa mereka tak pernah sekalipun melakukan pengecekan pada informasi yang tersebar di grup itu. “Kita dari polisi nanya kenapa kamu enggak konfirmasi, ngecek berita asli ini dengan koran yang ada, portal-portal resmi ya, jadi mereka hanya disarankan bekalnya dari WhatsApp atau Facebook,” tukasnya. 

Tiga Calon Menteri Muda yang diharapkan Bawa Perubahan

Tiga pengusaha muda yaitu Erick Thohir, Wishnutama, dan Nadiem Makaerim, menyatakan mereka siap untuk membantu presiden Joko Widodo dalam Kabinet Kerja Jilid II. Tiga pengusaha mudah ini adalah sejumlah orang yang dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara hari Senin (21/10) kemarin. 

Respons Masyarakat

Pasar akhirnya merespons dengan respons positif kemunculan calon-calon menteri muda ini. Pengusaha-pengusaha muda yang bakal bergabung di kabinet ini dianggap menjadi pilihan yang ideal untuk mewaikili generasi muda dalam pemerintahan Jokowi 5 tahun kedepan 

Tapi pengamat politik dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Aisah Budiarti, malahan beranggapan bahwa karakter pemerintah yang sangat birokratis dan administratif ini bisa jadi sebuah kendala bagi wajah-wajah yang baru ini mengingat mereka berasal dari kalangan profesional. 

“Saya harap menempatkan menteri-menteri yang memiliki inovasi seperti itu juga diikuti oleh perubahan tata kelola pemerintahan yang juga tak rumit dan kaku seperti dulu,” ungkap Aisah dilansir dari BBC Indonesia, Senin (21/10). 

Walau demikian, mantan Tenaga Ahli KSP (Kantor Staf Kepresidenan), Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan bahwa keberadaan pengusaha-pengusaha muda yang penuh dengan inovasi dalam kabinet baru Jokowi ini justru diharapkan untuk mengubah ‘tata kelola organisasi yang rumit’ dan juga menciptakan ‘budaya organisasi baru.’ 

Tidak hanya tiga pengusaha muda yang sudah disebutkan di atas, ada wajah-wajah baru lainnya yang diprediksi akan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Amin 2019-2024 misalnya saja Mahfud MD, Airlangga Hartato, Fadjroel Rachman dan yang lainnya. 

‘Sebuah Kehormatan’

Erick Thohir adalah pendiri Mahaka Group yang sempat menjabat sebagai ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia hadir di Istana tidak lama setelah Wishnutama, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi datang. Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Gojek pun merapat ke istana juga. 

Mereka semua tampil kompak dengan mengenakan kemeja warna putih yang merupakan pakaian menteri-menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Ketiganya pasalnya sama-sama menyatakan bahwa mereka bersedia jadi bagian dari kabinet kerja Jilid II ini. 

Seperti yang diungkapkan oleh Nadiem Makarim, “Saya merasa ini suatu kehormtan buat say, saya diminta untuk bergabung kabinet Pak Presiden, beliau mempercayai saya dengan tangung jawab ini dan saya menerima,” kata pengusaha berusia 35 tahun ini. 

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, mereka mendiskusikan visi dan misi yang diutarakan Jokowi dalam pidato pelantikannya. “Kita mendiskusikan butir-butir tentang visi dan misi ke depannya. Hal-hal yang lebih mendetail tentang visinya Pak Presiden, seperti misalnya pengembangan SDM, reformasi birokrasi, peningkatan investasi dan yang lainnya,” imbuhnya. 

Ia juga menambahkan bahwa seiring kesediaannya bergabung dalam pemerintahan, ia melepaskan segala jabatannya yang ia dapatkan di perusahaan yang ia dirikan sejak 9 tahun lalu itu. Nadiem seperti yang diketahui mendirikan Gojek di tahun 2010 sebagai layanan ojek online dan juga taksi online. Lini usaha startup ini kemudian diperluas, dan kemudian mencakup ke segala layanan termasuk pengiriman makanan, pembayaran selulur, streaming video, belanja online dan yang lainnya. 

Startup yang ia buat ini telah mengumpulkan mitra pengemudi yang jumlahnya lebih dari 2 juta dan pedagang yang jumlahnya lebih dari 400.000. perusahaannya sudah beroperasi di Thailand, Vietnam, dan Singapura. 

Apakah Nadiem, Wishnutama, dan Erick benar-benar akan jadi menteri millenial di Kabinet Jilid II ini?