Polisi Ungkap Eggi Sudjana Kenal Tersangka Kasus Bom Ketapel

Polisi yang menangani kasus bom ketapel mengungkapkan bahwa tokoh PA (Persaudaraan Alumni) 212, Eggi Sudjana mengenal salah satu tersangka perencanaan peledakan bom ketapel, SH. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa bom ketapel tersebut berencana diledakkan saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden hari Minggu (20/10) kemarin. 

Eggi Sudjana Kenal SH, Tersangka Bom Ketapel

SH adalah salah satu tersangka yang mana tergabung dalam grup WhatsApp yang berinisial F yang isinya percakapan tentang informasi bohong atau hoax yang telah diamankan oleh polisi. “Ya, SH dan Eggi saling kenal,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto ketika dimintai konfirmasi, Selasa (22/10).

Suyudi juga mengatakan bahwa hubungan keduanya yang saling kenal ini kemudian membuat Eggi dimasukkan ke dalam grup WhatsApp itu. Dari hasil pengakuan yang didapatkan dari Eggi, ia hanya dimasukkan saja dalam grup itu. “Keterangan yang bersangkutan (Eggi) dimasukkan dalam grup,” kata Suyudi.

Kasus ini lantas langsung membuat polisi menangkap Eggi lagi setelah sebelumnya penahanan Eggi sudah ditangguhkan. Polisi pun menyita sebuah ponsel ketika menggeledah rumah politikus PAN itu.

Sementara itu, Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya menuturkan bahwa Eggi dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangannya terkait dengan keanggotaannya di dalam grup WhatsApp berinisial F. “Ada enam saksi yang diperiksa. Termasuk Pak Eggi Sudjana,” ungkapnya.

Menurutnya, Eggi pasalnya pernah diajak untuk ikut serta dalam perencanaan bom ketapel itu. Tapi Eggi disebut tidak memberikan respons atas ajakan itu. “Beliau ditawari dalam japri-nya. Dikatakan bahwa mau buat bom nitrogen mau nyumbang tidak, tapi beliau tidak respons, makanya yang kita ajak ke PMJ untuk dimintai keterangan,” katanya lagi. 

Polisi saat ini telah memulangkan Eggi setelah dirinya diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya Polda Metro Jaya menangkap 6 tersangka kasus perencanaan peledakan bom ketapel saat dilangsungkannya Pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Enam tersangka yang berinisial SH, FAB, HRS, R, PSM dan RH itu merencanakan pelemparan bom tersebut ke Gedung DPR yang jadi lokasi pelantikan. 

Keenam tersangka itu tergabung dalam sebuah grup WhatsApp yang berinisial F yang mana dibuat oleh tersangka SH. Ada 123 anggota dalam grup tersebut. 

Grup WhatsApp Bom Ketapel Berisi Hoax

Grup WhatsApp F yang beranggotakan 6 tersangka bom ketapel ini berisikan percakapan soal informasi bohong atau hoax. Agro Yuwono juga mengatakan bahwa tujuan penyebaran hoaks tersebut unyuk meyakinkan anggota-anggotanya untuk membuat rencana penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden. 

“Di dalam WhatsApp grup ada beberapa (anggota) yang mempengaruhi suatu kegiatan yang belum diyakini kebenarannya. Anggota grup di-brainwash bahwa komunisme sedang berkembang di Indonesia,” ungkap Agro kemarin, Senin (21/10). 

Informasi soal komunisme itu menurut Agro, mulai dari polisi China, TKA (Tenaga Kerja Asing) China, sampai dengan anggapan bahwa orang China itu mulai mengusai pemerintahan Indonesia. “Tersangka FAB bergabung dalam grup kemudian meyakini bahwa komunis makin berkembang.” 

Agro melanjutkan bahwa doktrin tersebut diterima dan diyakini oleh semua anggota grup WA itu. Para tersangka juga mengaku bahwa mereka tak pernah sekalipun melakukan pengecekan pada informasi yang tersebar di grup itu. “Kita dari polisi nanya kenapa kamu enggak konfirmasi, ngecek berita asli ini dengan koran yang ada, portal-portal resmi ya, jadi mereka hanya disarankan bekalnya dari WhatsApp atau Facebook,” tukasnya.