Tiga Calon Menteri Muda yang diharapkan Bawa Perubahan

Tiga pengusaha muda yaitu Erick Thohir, Wishnutama, dan Nadiem Makaerim, menyatakan mereka siap untuk membantu presiden Joko Widodo dalam Kabinet Kerja Jilid II. Tiga pengusaha mudah ini adalah sejumlah orang yang dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara hari Senin (21/10) kemarin. 

Respons Masyarakat

Pasar akhirnya merespons dengan respons positif kemunculan calon-calon menteri muda ini. Pengusaha-pengusaha muda yang bakal bergabung di kabinet ini dianggap menjadi pilihan yang ideal untuk mewaikili generasi muda dalam pemerintahan Jokowi 5 tahun kedepan 

Tapi pengamat politik dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Aisah Budiarti, malahan beranggapan bahwa karakter pemerintah yang sangat birokratis dan administratif ini bisa jadi sebuah kendala bagi wajah-wajah yang baru ini mengingat mereka berasal dari kalangan profesional. 

“Saya harap menempatkan menteri-menteri yang memiliki inovasi seperti itu juga diikuti oleh perubahan tata kelola pemerintahan yang juga tak rumit dan kaku seperti dulu,” ungkap Aisah dilansir dari BBC Indonesia, Senin (21/10). 

Walau demikian, mantan Tenaga Ahli KSP (Kantor Staf Kepresidenan), Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan bahwa keberadaan pengusaha-pengusaha muda yang penuh dengan inovasi dalam kabinet baru Jokowi ini justru diharapkan untuk mengubah ‘tata kelola organisasi yang rumit’ dan juga menciptakan ‘budaya organisasi baru.’ 

Tidak hanya tiga pengusaha muda yang sudah disebutkan di atas, ada wajah-wajah baru lainnya yang diprediksi akan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Amin 2019-2024 misalnya saja Mahfud MD, Airlangga Hartato, Fadjroel Rachman dan yang lainnya. 

‘Sebuah Kehormatan’

Erick Thohir adalah pendiri Mahaka Group yang sempat menjabat sebagai ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia hadir di Istana tidak lama setelah Wishnutama, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi datang. Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Gojek pun merapat ke istana juga. 

Mereka semua tampil kompak dengan mengenakan kemeja warna putih yang merupakan pakaian menteri-menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Ketiganya pasalnya sama-sama menyatakan bahwa mereka bersedia jadi bagian dari kabinet kerja Jilid II ini. 

Seperti yang diungkapkan oleh Nadiem Makarim, “Saya merasa ini suatu kehormtan buat say, saya diminta untuk bergabung kabinet Pak Presiden, beliau mempercayai saya dengan tangung jawab ini dan saya menerima,” kata pengusaha berusia 35 tahun ini. 

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, mereka mendiskusikan visi dan misi yang diutarakan Jokowi dalam pidato pelantikannya. “Kita mendiskusikan butir-butir tentang visi dan misi ke depannya. Hal-hal yang lebih mendetail tentang visinya Pak Presiden, seperti misalnya pengembangan SDM, reformasi birokrasi, peningkatan investasi dan yang lainnya,” imbuhnya. 

Ia juga menambahkan bahwa seiring kesediaannya bergabung dalam pemerintahan, ia melepaskan segala jabatannya yang ia dapatkan di perusahaan yang ia dirikan sejak 9 tahun lalu itu. Nadiem seperti yang diketahui mendirikan Gojek di tahun 2010 sebagai layanan ojek online dan juga taksi online. Lini usaha startup ini kemudian diperluas, dan kemudian mencakup ke segala layanan termasuk pengiriman makanan, pembayaran selulur, streaming video, belanja online dan yang lainnya. 

Startup yang ia buat ini telah mengumpulkan mitra pengemudi yang jumlahnya lebih dari 2 juta dan pedagang yang jumlahnya lebih dari 400.000. perusahaannya sudah beroperasi di Thailand, Vietnam, dan Singapura. 

Apakah Nadiem, Wishnutama, dan Erick benar-benar akan jadi menteri millenial di Kabinet Jilid II ini?

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*